Tampilkan postingan dengan label Liga Mahasiswa Nasdem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Liga Mahasiswa Nasdem. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Mei 2012

BEM AMIK Mahaputra Kunjungi Sekretariat LMN Riau

Sejumlah pengurus BEM AMIK Mahaputra, melakukan kunjungan ke sekretariat Komite Wilayah Liga Mahasiswa Nasdem (KW-LMN) Provinsi Riau, Kamis (26/4). Kedatangan rombongan pengurus BEM tersebut disambut langsung oleh ketua KW-LMN Dedi Harianto Lubis dan Sekretaris KW LMN Andukot Ismael beserta jajaran pengurus lainnya. Tidak menunggu lama rombongan kemudian mengungkapkan maksud kedatangannya di ruang rapat utama.

“Kunjungan kami ini adalah untuk menjalin silaturahmi dan saling mengenal antar lembaga kemahasiswaan” ungkap Brury MP, Presiden Mahasiswa AMIK Mahaputra Pekanbaru.

Dedi Harianto Lubis lantas memperkenalkan tentang lembaga Liga Mahasiswa Nasdem, Visi, Misi, dan kaitan LMN dengan Partai Nasdem serta cita-cita besar Restorasi Indonesia, kemudian dilanjutkan pengenalan kesekretariatan, organisasi dan keanggotaan oleh Andukot Ismael.

"Lahirnya gerakan Restorasi Indonesia di ranah mahasiswa adalah kehendak sejarah. Inilah saatnya kaum terpelajar mengembalikan kewibawaan dan kehormatan politik yang coreng-moreng oleh para bandit dan petualang politik. Kaum terpelajar harus kembali mendekat dan mengembalikan kehormatan politik Indonesia. Kaum terpelajar harus kembali menjadi produsen utama manusia-manusia politik Indonesia" ungkap Dedi penuh semangat.

Hampir dua jam berdialog dengan pengurus BEM AMIK Mahaputra, para mahasiswa AMIK yang datang dengan almamater biru tersebut sangat antusias ingin mengenal lebih jauh tentang Liga Mahasiswa Nasdem. Terlihat seluruh mahasiswa AMIK sangat serius mendengarkan penjelasan dari pengurus LMN Riau. Satu persatu pertanyaan mulai berdatangan dari mereka.

BEM AMIK Mahaputra sangat simpati dengan gerakan LMN yang aktif dan militan, mereka menilai gerakan LMN terkonsep, tepat sasaran dan benar-benar sesuai dengan keinginan rakyat.

“Motto Belajar, Berpartai, Berbakti yang diusung oleh Liga Mahasiswa Nasdem sangat sesuai dengan kami, mahasiswa tidak hanya belajar tapi juga berbakti dan mahasiswa memang harus terlibat dalam menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat” ungkap Brury.

Puas berdialog, Brury beserta rombongan pamit dan mengucapkan terimakasih kepada LMN Riau karena telah diterima dengan baik dan melayani berbagai pertanyaan terkait pergerakan mahasiswa kontemporer dan keterlibatan mahasiswa dalam ranah politik.

”Kami sangat berterima kasih karena sudah diterima dengan baik dan juga berterimakasih telah diberikan pencerahan mengenai pentingnya peran mahasiswa dalam politik, disini kami mendapatkan banyak ilmu yang belum tentu bisa kami dapatkan secara langsung dari kampus,” ungkap Brury.

Dilepas dengan salam yang erat, Sekretaris LMN Riau Andukot Ismael juga mengucapkan terimakasih atas kunjungan BEM AMIK Mahaputra, dan juga mengungkapkan bahwa LMN sangat terbuka dengan seluruh elemen mahasiswa untuk berdiskusi dan saling bertukar fikiran untuk kemajuan bangsa kedepan.

”Sekretariat LMN ini terbuka 24 jam bagi seluruh mahasiswa Riau untuk berdiskusi dan bertukar fikiran demi kemajuan bangsa kedepan, sudah tidak zamannya lagi mahasiswa alergi dengan politik” ujar Andukot Ismael mengakhiri.

Kamis, 12 April 2012

Mahasiswa Gelar Aksi Simpatik Tolak Politisi Busuk

Pekanbaru – Ditangkapnya tujuh anggota DPRD Riau oleh KPK terkait dugaan penyuapan dana penyelenggaraan PON XVIII pada awal April lalu, kalangan mahasiswa Riau yang berasal dari Liga Mahasiswa Nasdem Riau (LMN Riau), melakukan aksi simpatik penolakan politisi busuk ditugu Zapin depan kantor gubernuur Riau, Selasa 10 April 2012.

Politisi busuk adalah politisi yang korup, politisi yang hanya memikirkan keuntungan pribadi dan kelompoknya, bekerja dan berfikir hanya untuk bagaimana menghabiskan uang negara untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya, APBN dan APBD dirancang sedemikian rupa agar dapat dikorup, peraturan dibuat hanya atas dasar meloloskan kepentingan mereka, tidak sedetikpun terlintas difikiran mereka untuk memperjuangkan kesejahrteraan rakyat.

Dalam aksinya Mahasiswa Nasdem membentangkan spanduk besar, membagikan selebaran dan menempelkan stiker kesetiap kendaraan dengan tajuk “TOLAK POLITISI BUSUK”

“Dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, kita terus dan masih dihadapkan pada kenyataan politik yang penuh dengan muslihat dan praktik-praktik yang membodohkan. Politik transaksional, politik sandera, politisi instan, dinasti politik, yang bermuara pada korupsi dan sejenisnya menjadi hiasan media dimana-mana, ungkap Dedi Harianto Lubis, Ketua Liga Mahasiswa Nasdem Riau.

Menurut Dedi, keberadaan politisi busuk membuat kita prihatin dengan perjalanan bangsa kedepan, partai politik seringkali diisi oleh mereka yang tidak memiliki kualifikasi sebagai manusia politik, untuk itu kepada seluruh partai politik kami menghimbau untuk tidak memberi ruang kepada politisi yang bermental busuk.

“Khusus kepada Partai Nasdem, ini sebuah keniscayaan, bahwa melalui semangat restorasi, Partai Nasdem harus mampu menghadirkan calon politisi yang bersih, sehingga mereka yang memiliki rekam jejak hitam harus ditolak masuk, sebagaimana ungkapkan Sekjend KP LMN AR Hakim” tambah Dedi.

Aksi simpatik ini akan dilakukan secara berkala terutama untuk Kota Pekanbaru, karena Pekanbaru adalah barometer bagi kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

“Kegiatan ini akan kita lakukan secara rutin, tidak hanya di Kota Pekanbaru tapi juga akan dilakukan kabupaten kota se-Provinsi Riau oleh kader LMN didaerah masing-masing” ujar Rasudi Sanip, Koordinator Aksi Simpatik sekaligus Ketua Bidang Kaderisasi Liga Mahasiswa Nasdem Riau.

Usai membagikan stiker dan selebaran, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.(Andukot Ismael)

Jumat, 06 April 2012

Liga Mahasiswa Nasdem akan Cegah Politisi Busuk Masuk


SOLO--MICOM: Liga Mahasiswa Nasdem (LMN) akan mencegah orang yang memiliki rekam jejak politik busuk dan apalagi korup masuk menjadi calon politisi dari Partai Nasdem.

"Ini sebuah keniscayaan, bahwa melalui semangat restorasi, Partai Nasdem harus mampu menghadirkan calon politisi yang bersih, sehingga mereka yang memiliki rekam jejak hitam harus ditolak masuk," ungkap Sekjen LMN, Arif Rahman Hakim saat rapat konsolidasi dengan sejumlah aktivis mahasiswa dari sejumlah kampus perguruan tinggi Jawa Tengah yang tertarik untuk masuk dalam Liga Mahasiswa Nasdem.

Rapat konsolidasi di Hotel Lorin Solo pada Sabtu malam (24/3) ini dalam rangka pembentukan Liga Mahasiswa Nasdem di Jawa Tengah. Arif Rahman Hakim hadir didampingi Ketua Bidang Agro, Forestri dan Maritim LMN, Citra Ali Fikri dan pengurus Partai Nasdem Jateng, Danan Sumardi.

Ia paparkan, Liga Mahasiswa Nasdem sebagai tulang punggung Partai Nasdem, mengajak para mahasiswa untuk bersedia menjadi pendobrak bagi kegamangan gerakan mahasiswa dalam berpolitik.

Menurut Arif Hakim, sudah saatnya mahasiswa terjun ke dunia politik. Dengan modal intelektual diusia muda, mahasiwa yang merupakan asset bangsa akan menjadi penentu arah bangsa kedepan.

"LMN sebagai tulang punggung (backbone) Partai NasDem, memberikan ruang penempaan dan pendidikan bagi calon-calon kadernya. Dan sesuai motonya, yakni Belajar, Berpartai, Berbakti, seluruh mahasiswa Indonesia, dari Papua hingga Aceh,harus berani menggali potensi diri dan melakukan aksi-aksi nyata dalam seluruh aspek sosial, politik, ekonomi, seni dan budaya. Semua aktivitas itu beraras pada visi Restorasi Indonesia," tandas A.R Hakim.

Penjelasan panjang lebar Arif Hakim, disambut antusias puluhan aktivis mahasiswa yang berkeinginan bergabung, dengan akan memulai membentuk komisariat LMN, hingga sampai terbentuk koordinator komisariat LMN, yang berlanjut pada terbentuknya Komite Wilayah LMN di Jawa Tengah. (WJ/X-12)

Selasa, 27 Maret 2012

DEMO KENAIKAN BBM, JALAN KOTA PEKANBARU LUMPUH

Pekanbaru, Selasa 27 Maret 2012.

Aksi demonstrasi penolakan atas rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah terus menuai kecaman dan penolakan oleh kelompok masyarakat dan mahasiswa secara masif diseluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali kota Pekanbaru.

Aksi penolakan yang diikuti sekitar lima ratus massa tersebut, menjadikan kantor DPRD Provinsi Riau sebagai sasaran aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka. Diawali dengan kedatangan kelompok massa Liga Mahasiswa Nasdem dan GMNI dari arah kantor gubernur Riau dan pada saat bersamaan kelompok massa dari PRD, Geser, SRMI, dan FNPBI datang dari arah yang berlawanan dan kedua kelompok massa aksi bertemu tepat di gerbang utama kantor DPRD.

Aksi massa tersebut diawali dengan teatrikal yang melambangkan kesengsaraan rakyat atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, selang beberapa menit setelah teatrikal, datang kelompok massa dari KAMMI, HMI, BEM se-Pekanbaru (UR, UIN, UIR, AMIK Mahaputra) dan kelompok massa aksi lainnya, yang berakibat lumpuhnya jalan protokol dan akses utama menuju bandara.

Menurut Dian Triska, Wakil Sekretaris Liga Mahasiswa Nasdem Riau bidang Informasi, pemerintah dalam mengambil kebijakan haruslah berpihak kepada kepentingan rakyat banyak bukan kepentingan asing, pemerintah juga harus melaksanakan Undang-undang Dasar 1945, sehingga cita-cita kemerdekaan sebagai mana termaktub dalam pembukaan UUD 1945 dapat terwujud.

“Menaikan harga BBM untuk rakyat adalah bukti negara salah urus oleh rezim berkuasa saat ini, rezim SBY-Budiono tidak visioner, seharusnya SBY sudah bisa memprediksi akan terjadinya kenaikan harga minyak dunia dan sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, tapi yang terjadi mereka tidak melakukan apa-apa selain hanya mengambil jalan pintas menaikkan harga BBM, dapat diartikan bahwa mereka tidak mampu memimpin bangsa ini” ungkapnya.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, tidak tangung-tanggung Polda Riau menurunkan Pasukan Khusus Gegana Brimob, sempat terjadi dorong-dorongan dengan pihak kepolisian yang berakhir dengan robohnya pagar masuk DPRD, massa aksi berlarian kedalam untuk melakukan sweeping terhadap anggota DPRD, namun dapat dicegah oleh pihak kepolisian.

Massa aksi meminta kepada anggota DPRD Provinsi Riau untuk hadir bersama-sama dan meminta membubuhi tanda-tangan pernyataan menolak kenaikan BBM.

Setelah menunggu beberapa lama akhirnya anggota DPRD dari fraksi PDI Perjuangan dan fraksi Golkar bersedia menemui massa aksi, kemudian Korlap membacakan tuntutan antara lain “Menolak Kenaikan BBM, Revisi UU Migas yang pro Liberalisme, laksanakan pasal 33 UUD 1945” dan meminta kepada anggota DPRD tersebut agar menyampaikan aspirasi mereka ke DPR-RI.

Usai membacakan tuntutan, sebelum bubar, salah satu peserta aksi mengingatkan bahwa seluruh massa aksi akan turun aksi kembali tanggal 29 Maret 2012.

“ini baru aksi pemanasan, kamis nanti (29/03) kami akan aksi besar-besaran, agar pemerintah tahu bahwa kenaikan BBM ini adalah permasalahan yang sangat serius” ungkapnya.

Andukot Ismael

Minggu, 25 Maret 2012

MAHASISWA NASDEM RIAU "CINTA RUMAH IBADAH"


Mahasiswa yang tergabung dalam Komite Wilayah Liga Mahasiswa Nasdem Riau di Pekanbaru, menggelar aksi bakti sosial yakni menyelenggarakan pengecatan rumah ibadah dan pengecatan ini untuk yang pertama kalinya dilaksanakan di Mushalla Darul Amal Kelurahan Limbungan kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. 

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Mahasiswa Nasdem terhadap fasilitas Ibadah yang sehari-hari menjadi tempat kegiatan umat” ungkap Ketua Liga Mahasiswa Nasdem Riau, Dedi Harianto Lubis, Minggu (25/3/12). 

Ia menyebutkan, pengecatan rumah ibadah ini menjadi program mingguan yang akan dilaksanakan secara berkesinambungan. 

Pelaksanaan pengecatan Mushalla ini mendapat sambutan antuasias dari warga setempat, Liga Mahasiswa Nasdem menyediakan seluruh kebutuhan pengecatan mulai dari bahan cat, kuas dan perlengkapan lainnya, namun pelaksanaan pengecatan dilakukan mahasiswa bersama dengan warga. 


”Program ini sangat tepat sasaran, dan dimanfaatkan oleh orang banyak” ujar Ketua RW 02 Kelurahan Limbungan Baru, Rahmad Supriadi, dengan penuh semangat. 

Pada kegiatan ini turut hadir Wakil Ketua LMN Dodi Sugiarto, Sekretaris LMN Andukot Ismael,  Ketua Korkom Unilak Syahidila Yuri, Ketua Komsat FH UIR Singgih Apriman, Ketua Komsat FIA Unilak Firdaus, dan kader LMN lainnya.


Kegiatan bakti sosial pengecatan rumah ibadah ini akan terfokus dulu untuk kota pekanbaru dan nantinya akan ditingkatkan untuk seluruh wilayah Riau.

Mardiansyah Chaniago
“Tidak hanya rumah ibadah umat muslim yang akan kita cat, tapi juga rumah ibadah umat lainnya seperti gereja dan vihara” jelas Ketua Bidang Kuliah Kerja Lapangan sekaligus koordinator program “CINTA RUMAH IBADAH”, Mardiansyah Chaniago. 

Pelaksanaan Bakti sosial ini, kata Mardiansyah, bekerjasama dengan DPW Partai Nasdem Provinsi Riau sebagai bentuk kepedulian para penggerak restorasi dan implementasi motto Liga Mahasiswa Nasdem yaitu “Belajar, Berpartai, Berbakti”

Jika melihat tugas dan cita-cita restorasi, kegiatan ini hanyalah bahagian kecil dari visi restorasi itu sendiri. Kami berharap bentuk kegiatan sosial lainnya yang menyentuh kebutuhan masyarakat banyak bisa secara rutin dilaksanakan” katanya.
(Andukot Ismael)

Jumat, 23 Maret 2012

BBM NAIK, PEMERINTAH GAGAL KELOLA NEGARA

PERNYATAAN SIKAP LMN RIAU ATAS KENAIKAN BBM

Bahan bakar minyak atau disingkat BBM adalah bahan bakar yang dihasilkan dari pengilangan minyak mentah yang berasal dari fosil yang tertimbun jutaan tahun lalu dalam perut bumi dan diolah dalam pengilangan untuk menghasilkan produk-produk BBM.

BBM merupakan kebutuhan hampir seluruh rakyat Indonesia, mulai dari kebutuhan rumah tangga, transportasi hingga industri, sehingga BBM merupakan hajat hidup orang banyak yang harus menjadi perhatian serius pemerintah, sebagaimana amanat Pasal 33 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia 1945 “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”.

Dalam penyelenggaraan negara untuk mensejahterakan rakyatnya, Pemerintah Republik Indonesia menerapkan kebijakan subsidi untuk konsumsi BBM, subsidi BBM dimaksudkan untuk dapat memberikan keringanan beban hidup kepada rakyat sekaligus untuk dapat mengerakkan ekonomi baik mikro maupun makro, adapun subsidi yang dianggarkan pemerintah adalah sebesar Rp.130 Triliun, namun dengan kenaikan harga minyak dunia membuat pemerintah harus menambah subsidi.

Penambahan subsidi yang diperkirakan mencapai hingga Rp. 50 triliun dianggap menjadi ancaman bagi keseimbangan APBN oleh pemerintah, sehinga pemerintah mengambil jalan pintas yakni “MENAIKKAN HARGA BBM”, ini membuktikan bahwa pemerintah malas berfikir dan bekerja, tidak memikirkan dampak besar bagi masyarakat, bahwa kenaikan harga BBM membuat harga kebutuhan pokok meningkat tajam, banyak kegiatan ekonomi kerakyatan yang akan gulung tikar, orang-orang kecil akan kehilangan mata pencaharian, tapi pemerintah tidak peduli, mereka mencari seribu alasan yang seolah menaikkan harga BBM adalah tindakan rasional dan dapat mensejahterakan rakyat.

Jika pemerintah mau sedikit saja berfikir, banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari pencabutan subsidi yang mengakibatkan kenaikan harga BBM, dimulai dari peningkatan pendapatan negara dari sektor pajak, meningkatkan kegiatan ekplorasi dengan menemukan sumur-sumur baru, kuasai sektor pertambangan minyak bumi dari hulu hingga hilir, lakukan penghematan penggunaan BBM, mengembangkan energi alternatif yang banyak tersedia di Indonesia, membenahi sektor transportasi massal dalam rangka penghematan, lakukan pengawasan pendapatan negara dari sektor pajak dan sektor pertambangan, cabut peraturan yang melegalkan liberalisasi pertambangan Minyak dan Gas agar pemerintah dapat menguasai secara penuh atas cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak sebagaimana amanat pasal 33 ayat (2) UUD 1945 dan banyak hal lain yang dapat dilakukan pemerintah dari pada sekedar cara instan mengorbankan jutaan rakyat kecil, ini adalah bukti kegagalan pemerintah dalam mengelola negara dan tidak berjalannya fungsi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai representatif rakyat.

Pencabutan subsidi bukanlah cara yang tepat yang dapat ditempuh oleh pemerintah, karena subsidi dibutuhkan untuk menjaga kestabilan sosial politik dan ekonomi serta membantu rakyat kecil, masih banyak jalan agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM, diantaranya revisi Undang-Undang APBN, alihkan anggaran yang tidak tepat guna, genjot pendapatan dari sektor pajak, optimalkan pengawasan pendapatan non pajak, gunakan asumsi mata uang rupiah untuk harga BBM, dan kebijakan lainnya, sehingga keputusan yang akan diambil pemerintah untuk mencabut subsidi BBM adalah keputusan keliru dan dengan tegas kami menyatakan :


1. Menolak Kenaikan Harga BBM
2. Memerintahkan DPR sebagai wakil rakyat untuk menolak kenaikan BBM yang diajukan pemerintah. 
3. Nasionalisasi atas aset-aset pertambangan yang dikuasai asing
4. Revisi UU No.22 Tahun 2001 tentang minyak dan Gas Bumi

Demikianlah pernyataan sikap ini kami sampaikan kepada pemerintah, agar pemerintah dapat membatalkan rencana menaikan harga BBM pada tanggal 1 April 2012 mendatang.


Hidup Mahasiswa..!
Hidup Rakyat..!
Tunaikan tugas suci, Tuntaskan Restorasi..!

Pekanbaru, 22 Maret 2012

KOMITE WILAYAH
LIGA MAHASISWA NASDEM PROVINSI RIAU

Oleh : Andukot Ismael

Kamis, 23 Februari 2012

LMN Riau Dikukuhkan Sebagai Komite Wilayah Pertama

Pelantikan Pengurus Komite Wilayah LMN Prov. Riau

Pekanbaru – Liga Mahasiswa NasDem (LMN) Riau rupanya tak henti menjadi pionir dalam pembangunan organisasi. Setelah menyelenggarakan Pendidikan Pratama angkatan I yang merupakan pendidikan kader yang pertama kali diselenggarakan di tingkat nasional pada 28-30 Desember 2011, kini LMN Riau berhasil mengukuhkan dirinya sebagai Komite Wilayah pertama yang berdiri, yang akan memberikan kepemimpinan politik dan organisasi LMN di Propinsi Riau. 

Deklarasi dan pelantikan Komite Wilayah LMN Riau diselenggarakan pada 18 Februari 2012 di Hotel Furaya, Pekanbaru bersamaan dengan pelantikan DPW dan DPD Garnita Malahayati se-Propinsi Riau. Pelantikan struktur Komisariat, Korkom, dan Komite Wilayah LMN se-propinsi Riau ini dihadiri oleh Ketua DPW Partai NasDem Riau, Bapak Iskandar Husein, serta pengurus DPD/DPC Partai NasDem, pengurus Garnita maupun Garda Pemuda Nasional Demokrat. Di hadapan 400 undangan, pelantikan LMN Riau ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Liga Mahasiswa NasDem, Willy Aditya. 

Sabtu, 11 Februari 2012

Format Baru Gerakan Mahasiswa

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia bahkan di dunia, mahasiswa memiliki peran yang strategis. Di Indonesia, mahasiswa memiiki andil yang besar dalam proses kemerdekaan bangsa Indonesia. Sebutlah Soekarno, Hatta, Sjahrir, mereka meniti perjuangannya ketika menjadi mahasiswa. Proses peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru juga dimotori oleh gerakan mahasiswa. Dalam kekuasaan Orde Baru yang otoriter, sempat pula terjadi peristiwa yang digerakkan oleh mahasiswa, seperti; Peristiwa Malari, gerakan anti-TMII. Selanjutnya, reformasi 1998 juga dimotori oleh gerakan mahasiswa. Jadi tidak salah jika banyak yang menyebut bahwa mahasiswa adalah agent of change, agen perubahan dari sebuah bangsa.

Namun sangat disayangkan, pasca reformasi, gerakan yang dilakukan oleh mahasiswa cenderung stagnan. Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa juga tidak pernah membuahkan hasil yang berarti. Gerakan yang didominasi oleh aksi jalanan, yang sekarang jika dilihat secara jumlah cenderung menyusut. Yang menyedihkan lagi, aksi jalanan tersebut semakin lama memiliki citra yang kurang baik di mata masyarakat. Aksi yang bisa dipastikan menimbulkan kemacetan lalu lintas, berujung pada bentrok, bahkan pengrusakan fasilitas umum, menambah citra buruk dari aksi jalanan yang dilakukan mahasiswa. Mungkin juga ada kriminalisasi dari aksi jalanan yang dilakukan mahasiswa, atau aksi jalanan yang ‘disusupi’ oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Akan tetapi, yang jelas bahwa gerakan mahasiswa hanya ‘sekedar hidup’, belum ada format baru yang berarti.

Rabu, 01 Februari 2012

Liga Mahasiswa Nasdem Riau Tak Henti Membangun

Komite Persiapan Wilayah Liga Mahasiswa NasDem Provinsi Riau kembali mengadakan konsolidasi pembentukan LMN. Kali ini konsolidasi dilakukan di dua kabupaten yang ada di Riau, yakni Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) dan Kabupaten Kuansing. Didukung oleh DPW dan DPD Partai NasDem setempat, kegiatan konsolidasi dan sosialisasi dilansungkan pada 27 januari 2012 di Kabupaten Inhu. Tim yang diterjunkan adalah para pengurus inti Komite Persiapan Wilayah Riau, yakni Dedi Harianto Lubis (ketua), Andukot Ismael (Sekretaris), Adhelina Larashati (bendahara), D T. Nouvendi SK (Wasek keanggotaan dan organisasi), Rocky Ramadani (Wasek kerjasama antar organisasi), dan Daniel Rico (Ketua Bidang agitasi dan propaganda).

Kehadiran Tim Komite Persiapan Wilayah Provinsi Riau di Inhu disambut baik oleh 50 orang peserta dari tiga sekolah tinggi yg ada di Kabupaten Inhu yakni STIE-I (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indragiri), STTI (Sekolah Tinggi Teknik Indragiri), dan STAI Madinatunnajah (Sekolah Tinggi Agama Islam Indragiri). Antusiasme yang diberikan peserta cukup tinggi dengan kehadiran dari Tim Komite Persiapan Komite Wilayah Riau yang datang dari Pekanbaru terbukti dari semangat dan energi para peserta yang tetap bertahan hingga pukul 21.00 WIB. Diawali dengan kata sambutan dari ketua LMN Propinsi Riau, Dedi Harianto Lubis, dialog berlangsung dinamis. Sekretaris Wilayah LMN Riau, Andukot Ismael menekankan pentingnya mahasiswa untuk berpolitik.

Senin, 23 Januari 2012

Pendidikan Kader Pratama LMN se-Propinsi Riau

Pendidikan Kader Pratama LMN Riau di Gedung  Pemuda KNPI
Sore itu langit Bumi Lancang Kuning menjelang akhir tahun 2011 teduh. Di dalam Gedung Pemuda Pekanbaru, Riau, menggema teriakan “Tunaikan Tugas Suci! Tuntaskan Restorasi!”

Tampak, Adhelina Kurniawan (23) mahasiswi semester akhir Universitas Negeri Riau dengan seksama menyimak materi Pengantar Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia yang disampaikan Ketua DPP Nasional Demokrat Zulvan Lindan pada Rabu (28/12). Pandangannya lekat dengan sang pembicara. Baginya, gagasan tentang Restorasi Indonesia adalah gagasan yang menggugah hatinya. Itulah mengapa, meski sudah memasuki masa “injury time” masa kuliah, dia tetap bersedia untuk menjadi bagian dari gerakan yang sudah berjalan hampir dua tahun ini. Adhelina adalah salah seorang dari 100 lebih mahasiwa di Provinsi kaya minyak ini yang mengikuti Pelatihan Kader Pratama Liga Mahaiswa Nasdem (LMN).

Sejak dideklarasikan awal November lalu, Liga Mahasiswa Nasdem mulai menyengat daerah-daerah. Ia mengepakkan sayap-sayap semboyan “belajar, berpartai, dan berbakti”, di seluruh provinsi Indonesia. Provinsi Riau menjadi tempat pertama pendidikan kader pratama Liga mahasiswa NasDem. Hal ini seperti disampaikan Arief Rahman Hakim, Sekjen Komite Pusat Liga Mahasiswa NasDem, saat memberi sambutannya di acara yang berlangsung selama tiga hari ini.

Jumat, 18 November 2011

Raison D'etre Liga Mahasiswa NasDem

Restorasi Indonesia adalah perubahan mindset masyarakat dari kepura-puraan menjadi keterusterangan
Surya Paloh

Kalimat di atas menjadi gugatan epistemologis di masa sekarang. Dimana politik penuh sesak dengan citra yang menjungkirbalikan akal sehat dan fakta yang sebenarnya. Bagi Liga Mahasiswa NasDem, kalimat di atas adalah azimat, pertanda bahwa kinilah saatnya organisasi gerakan mahasiswa menegaskan jati dirinya sebagai bagian dari gerakan perubahan yang mendedikasikan jiwa dan raganya dengan kekuatan politik.

Istilah-istilah sebagai gerakan moral (moral force), agen perubahan, kekuatan independen, adalah slogan-slogan buah dari politik “tipu muslihat” penguasa terhadap kekuatan mahasiswa. Politik “organisasi resmi” yang diakui oleh pemerintah dengan NKK/BKK dan SMPT di lingkungan kampus, misalnya, telah menjauhkan kekuatan mahasiswa dari kehidupan politik. Mereka menjadi berjarak dengan politik. Mereka menjadi apolitik bahkan anti-politik.

Sabtu, 12 November 2011

Memaknai Sikap Kaum Muda


Orang-orang dewasa sering meremehkan generasi penerusnya karena mengira masa jayanya akan bertahan untuk waktu lama. Mereka lupa, nantinya masa depan negara ditentukan angkatan muda masa kini.

KONFLIK dan ketegangan dalam diri anak-anak muda terutama timbul karena mereka tidak memiliki hak, wewenang, dan tanggung jawab, yang menurut mereka seharusnya dimiliki sesuai dengan keberangkatan dan kedatangan mereka di dunia orang dewasa, baik secara fisiologi maupun intelektual. Pada saat perhatian mereka mulai bangkit terhadap situasi sosial politik, mereka tidak berkesempatan berpartisipasi. Kekesalan mereka bertambah apabila melihat orang-orang dewasa berstandar ganda, lain kata lain perbuatan.

Jiwa orang muda yang relatif murni mulai memberontak dan mereka mendemonstrasikannya. Kelompok penentang kemapanan/kekuasaan ada di mana-mana, tidak mengenal batas waktu, ideologi, ataupun negara. Tidak ada yang bisa mengira-ngira sampai berapa jauh dampak sikap penentangan yang mereka demonstrasikan. Perjalanan sejarah Indonesia menyaksikan sejumlah angkatan anti kekuasaan yang berperan penting, masing-masing dengan ciri sendiri sesuai rangsangan situasi yang ada. Ini berlangsung sejak masa prarevolusi sampai masa perjuangan kemerdekaan dan proses-proses selanjutnya; dari angkatan yang mengucapkan Sumpah Pemuda, angkatan 45 yang memperjuangkan kemerdekaan, sampai angkatan66 dan angkatan-angkatan berikutnya yang menghendaki penyempurnaan sistem. Seluruh ekspresi penentangan dilakukan demi perubahan.

Mencari Mahasiswa Yang Gelisah


Harus ada kegelisahan pada diri mahasiswa. Jika tidak ada kegelisahan maka ada yang salah pada diri mahasiswa Indonesia. Kegelisahan seperti apa? Kegelisahan terhadap situasi yang sedang berlangsung sekarang ini. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Surya Paloh saat memberikan pandangannya pada acara Ramah Tamah Liga Mahasiswa NasiDem di Kantor Pusat Nasional Demokrat, Senin (24/10) siang.

Di hadapan tidak kurang dari seratus mahasiswa yang hadir dari berbagai kampus di Jabotabek ini Surya menandaskan, “Kita harus jujur mengatakan bahwa hari ini bangsa kita jauh tertinggal dibanding bangsa-bangsa yang lain. Tertinggal di berbagai bidang, tidak hanya hanya ekonomi, sains, teknologi, dan tingkat kesejahteraan, tetapi juga tertinggal di bidang pemahaman akan cita-cita kemerdekaan,” kata Surya.

Mengapa Harus Ada Liga Mahasiswa NasDem?


Lahirnya Liga Mahasiswa NasDem adalah kehendak sejarah. Jawaban dii tengah politik transaksional para petualang, konservasi kepentingan privat, serta bubble politic para pesolek. 


Liga Mahasiswa NasDem lahir untuk mengembalikan moralitas politik sebagai ikhtiar bersama bagi kepentingan publik yang seluas-luasnya. 


Liga Mahasiswa NasDem hadir sebagai “universitas” bagi manusia-manusia politik Indonesia yang berbasis ilmu pengetahuan, kecakapan organisasi, serta semangat solidaritas. 


Liga Mahasiswa NasDem mempunyai motto: Belajar, Berpartai, dan Berbakti. Tegas dan terus terang bersikap sebagai pelopor (avant-garde) atas kegamangan gerakan mahasiswa untuk menyatakan dirinya sebagai bagian integral dari kekuatan partai politik. 


Dengan Belajar, Liga Mahasiswa NasDem meletakkan fondasi keilmuan yang unggul bagi setiap kader. Sebuah bangsa bisa cerdas dan maju meraih masa depan yang gemilang dengan penguasaan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan bukanlah kemewahan di menara gading. Penguasaan ilmu pengetahuan haruslah bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan memanusiakan manusia. 


Dengan Berpartai, Liga Mahasiswa NasDem tanpa berpura-pura, menyatakan dirinya bagian dari tulang punggung Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia. Menyiapkan kader-kader pergerakan dan para pemikir yang bergerak secara scientific untuk membangun politik yang lebih ideologis, bermoral, dan berkarakter.


Dengan Berbakti, Liga Mahasiswa NasDem mengembalikan peran intelektual organik mahasiswa supaya terlibat aktif dalam penyelesaian persoalan aktual bangsa, negara, serta masyarakat. Liga Mahasiswa NasDem mendarma-baktikan semua keahliannya untuk kemajuan peradaban Indonesia yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945.

Liga Mahasiswa NasDem Riau Copyright © 2011 -- Jalan Diponegoro No. 49 Pekanbaru -- Powered by Nusantara Web