Tampilkan postingan dengan label Nasional Demokrat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional Demokrat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 November 2011

Raison D'etre Liga Mahasiswa NasDem

Restorasi Indonesia adalah perubahan mindset masyarakat dari kepura-puraan menjadi keterusterangan
Surya Paloh

Kalimat di atas menjadi gugatan epistemologis di masa sekarang. Dimana politik penuh sesak dengan citra yang menjungkirbalikan akal sehat dan fakta yang sebenarnya. Bagi Liga Mahasiswa NasDem, kalimat di atas adalah azimat, pertanda bahwa kinilah saatnya organisasi gerakan mahasiswa menegaskan jati dirinya sebagai bagian dari gerakan perubahan yang mendedikasikan jiwa dan raganya dengan kekuatan politik.

Istilah-istilah sebagai gerakan moral (moral force), agen perubahan, kekuatan independen, adalah slogan-slogan buah dari politik “tipu muslihat” penguasa terhadap kekuatan mahasiswa. Politik “organisasi resmi” yang diakui oleh pemerintah dengan NKK/BKK dan SMPT di lingkungan kampus, misalnya, telah menjauhkan kekuatan mahasiswa dari kehidupan politik. Mereka menjadi berjarak dengan politik. Mereka menjadi apolitik bahkan anti-politik.

Sabtu, 12 November 2011

Memaknai Sikap Kaum Muda


Orang-orang dewasa sering meremehkan generasi penerusnya karena mengira masa jayanya akan bertahan untuk waktu lama. Mereka lupa, nantinya masa depan negara ditentukan angkatan muda masa kini.

KONFLIK dan ketegangan dalam diri anak-anak muda terutama timbul karena mereka tidak memiliki hak, wewenang, dan tanggung jawab, yang menurut mereka seharusnya dimiliki sesuai dengan keberangkatan dan kedatangan mereka di dunia orang dewasa, baik secara fisiologi maupun intelektual. Pada saat perhatian mereka mulai bangkit terhadap situasi sosial politik, mereka tidak berkesempatan berpartisipasi. Kekesalan mereka bertambah apabila melihat orang-orang dewasa berstandar ganda, lain kata lain perbuatan.

Jiwa orang muda yang relatif murni mulai memberontak dan mereka mendemonstrasikannya. Kelompok penentang kemapanan/kekuasaan ada di mana-mana, tidak mengenal batas waktu, ideologi, ataupun negara. Tidak ada yang bisa mengira-ngira sampai berapa jauh dampak sikap penentangan yang mereka demonstrasikan. Perjalanan sejarah Indonesia menyaksikan sejumlah angkatan anti kekuasaan yang berperan penting, masing-masing dengan ciri sendiri sesuai rangsangan situasi yang ada. Ini berlangsung sejak masa prarevolusi sampai masa perjuangan kemerdekaan dan proses-proses selanjutnya; dari angkatan yang mengucapkan Sumpah Pemuda, angkatan 45 yang memperjuangkan kemerdekaan, sampai angkatan66 dan angkatan-angkatan berikutnya yang menghendaki penyempurnaan sistem. Seluruh ekspresi penentangan dilakukan demi perubahan.

Mencari Mahasiswa Yang Gelisah


Harus ada kegelisahan pada diri mahasiswa. Jika tidak ada kegelisahan maka ada yang salah pada diri mahasiswa Indonesia. Kegelisahan seperti apa? Kegelisahan terhadap situasi yang sedang berlangsung sekarang ini. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Surya Paloh saat memberikan pandangannya pada acara Ramah Tamah Liga Mahasiswa NasiDem di Kantor Pusat Nasional Demokrat, Senin (24/10) siang.

Di hadapan tidak kurang dari seratus mahasiswa yang hadir dari berbagai kampus di Jabotabek ini Surya menandaskan, “Kita harus jujur mengatakan bahwa hari ini bangsa kita jauh tertinggal dibanding bangsa-bangsa yang lain. Tertinggal di berbagai bidang, tidak hanya hanya ekonomi, sains, teknologi, dan tingkat kesejahteraan, tetapi juga tertinggal di bidang pemahaman akan cita-cita kemerdekaan,” kata Surya.

Liga Mahasiswa NasDem Riau Copyright © 2011 -- Jalan Diponegoro No. 49 Pekanbaru -- Powered by Nusantara Web