Tampilkan postingan dengan label Andukot Ismael. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Andukot Ismael. Tampilkan semua postingan

Kamis, 12 April 2012

Mahasiswa Gelar Aksi Simpatik Tolak Politisi Busuk

Pekanbaru – Ditangkapnya tujuh anggota DPRD Riau oleh KPK terkait dugaan penyuapan dana penyelenggaraan PON XVIII pada awal April lalu, kalangan mahasiswa Riau yang berasal dari Liga Mahasiswa Nasdem Riau (LMN Riau), melakukan aksi simpatik penolakan politisi busuk ditugu Zapin depan kantor gubernuur Riau, Selasa 10 April 2012.

Politisi busuk adalah politisi yang korup, politisi yang hanya memikirkan keuntungan pribadi dan kelompoknya, bekerja dan berfikir hanya untuk bagaimana menghabiskan uang negara untuk keuntungan pribadi dan kelompoknya, APBN dan APBD dirancang sedemikian rupa agar dapat dikorup, peraturan dibuat hanya atas dasar meloloskan kepentingan mereka, tidak sedetikpun terlintas difikiran mereka untuk memperjuangkan kesejahrteraan rakyat.

Dalam aksinya Mahasiswa Nasdem membentangkan spanduk besar, membagikan selebaran dan menempelkan stiker kesetiap kendaraan dengan tajuk “TOLAK POLITISI BUSUK”

“Dari hari ke hari, dari waktu ke waktu, kita terus dan masih dihadapkan pada kenyataan politik yang penuh dengan muslihat dan praktik-praktik yang membodohkan. Politik transaksional, politik sandera, politisi instan, dinasti politik, yang bermuara pada korupsi dan sejenisnya menjadi hiasan media dimana-mana, ungkap Dedi Harianto Lubis, Ketua Liga Mahasiswa Nasdem Riau.

Menurut Dedi, keberadaan politisi busuk membuat kita prihatin dengan perjalanan bangsa kedepan, partai politik seringkali diisi oleh mereka yang tidak memiliki kualifikasi sebagai manusia politik, untuk itu kepada seluruh partai politik kami menghimbau untuk tidak memberi ruang kepada politisi yang bermental busuk.

“Khusus kepada Partai Nasdem, ini sebuah keniscayaan, bahwa melalui semangat restorasi, Partai Nasdem harus mampu menghadirkan calon politisi yang bersih, sehingga mereka yang memiliki rekam jejak hitam harus ditolak masuk, sebagaimana ungkapkan Sekjend KP LMN AR Hakim” tambah Dedi.

Aksi simpatik ini akan dilakukan secara berkala terutama untuk Kota Pekanbaru, karena Pekanbaru adalah barometer bagi kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

“Kegiatan ini akan kita lakukan secara rutin, tidak hanya di Kota Pekanbaru tapi juga akan dilakukan kabupaten kota se-Provinsi Riau oleh kader LMN didaerah masing-masing” ujar Rasudi Sanip, Koordinator Aksi Simpatik sekaligus Ketua Bidang Kaderisasi Liga Mahasiswa Nasdem Riau.

Usai membagikan stiker dan selebaran, para mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.(Andukot Ismael)

Minggu, 25 Maret 2012

MAHASISWA NASDEM RIAU "CINTA RUMAH IBADAH"


Mahasiswa yang tergabung dalam Komite Wilayah Liga Mahasiswa Nasdem Riau di Pekanbaru, menggelar aksi bakti sosial yakni menyelenggarakan pengecatan rumah ibadah dan pengecatan ini untuk yang pertama kalinya dilaksanakan di Mushalla Darul Amal Kelurahan Limbungan kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. 

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Mahasiswa Nasdem terhadap fasilitas Ibadah yang sehari-hari menjadi tempat kegiatan umat” ungkap Ketua Liga Mahasiswa Nasdem Riau, Dedi Harianto Lubis, Minggu (25/3/12). 

Ia menyebutkan, pengecatan rumah ibadah ini menjadi program mingguan yang akan dilaksanakan secara berkesinambungan. 

Pelaksanaan pengecatan Mushalla ini mendapat sambutan antuasias dari warga setempat, Liga Mahasiswa Nasdem menyediakan seluruh kebutuhan pengecatan mulai dari bahan cat, kuas dan perlengkapan lainnya, namun pelaksanaan pengecatan dilakukan mahasiswa bersama dengan warga. 


”Program ini sangat tepat sasaran, dan dimanfaatkan oleh orang banyak” ujar Ketua RW 02 Kelurahan Limbungan Baru, Rahmad Supriadi, dengan penuh semangat. 

Pada kegiatan ini turut hadir Wakil Ketua LMN Dodi Sugiarto, Sekretaris LMN Andukot Ismael,  Ketua Korkom Unilak Syahidila Yuri, Ketua Komsat FH UIR Singgih Apriman, Ketua Komsat FIA Unilak Firdaus, dan kader LMN lainnya.


Kegiatan bakti sosial pengecatan rumah ibadah ini akan terfokus dulu untuk kota pekanbaru dan nantinya akan ditingkatkan untuk seluruh wilayah Riau.

Mardiansyah Chaniago
“Tidak hanya rumah ibadah umat muslim yang akan kita cat, tapi juga rumah ibadah umat lainnya seperti gereja dan vihara” jelas Ketua Bidang Kuliah Kerja Lapangan sekaligus koordinator program “CINTA RUMAH IBADAH”, Mardiansyah Chaniago. 

Pelaksanaan Bakti sosial ini, kata Mardiansyah, bekerjasama dengan DPW Partai Nasdem Provinsi Riau sebagai bentuk kepedulian para penggerak restorasi dan implementasi motto Liga Mahasiswa Nasdem yaitu “Belajar, Berpartai, Berbakti”

Jika melihat tugas dan cita-cita restorasi, kegiatan ini hanyalah bahagian kecil dari visi restorasi itu sendiri. Kami berharap bentuk kegiatan sosial lainnya yang menyentuh kebutuhan masyarakat banyak bisa secara rutin dilaksanakan” katanya.
(Andukot Ismael)

Jumat, 18 November 2011

Raison D'etre Liga Mahasiswa NasDem

Restorasi Indonesia adalah perubahan mindset masyarakat dari kepura-puraan menjadi keterusterangan
Surya Paloh

Kalimat di atas menjadi gugatan epistemologis di masa sekarang. Dimana politik penuh sesak dengan citra yang menjungkirbalikan akal sehat dan fakta yang sebenarnya. Bagi Liga Mahasiswa NasDem, kalimat di atas adalah azimat, pertanda bahwa kinilah saatnya organisasi gerakan mahasiswa menegaskan jati dirinya sebagai bagian dari gerakan perubahan yang mendedikasikan jiwa dan raganya dengan kekuatan politik.

Istilah-istilah sebagai gerakan moral (moral force), agen perubahan, kekuatan independen, adalah slogan-slogan buah dari politik “tipu muslihat” penguasa terhadap kekuatan mahasiswa. Politik “organisasi resmi” yang diakui oleh pemerintah dengan NKK/BKK dan SMPT di lingkungan kampus, misalnya, telah menjauhkan kekuatan mahasiswa dari kehidupan politik. Mereka menjadi berjarak dengan politik. Mereka menjadi apolitik bahkan anti-politik.

Sabtu, 12 November 2011

Memaknai Sikap Kaum Muda


Orang-orang dewasa sering meremehkan generasi penerusnya karena mengira masa jayanya akan bertahan untuk waktu lama. Mereka lupa, nantinya masa depan negara ditentukan angkatan muda masa kini.

KONFLIK dan ketegangan dalam diri anak-anak muda terutama timbul karena mereka tidak memiliki hak, wewenang, dan tanggung jawab, yang menurut mereka seharusnya dimiliki sesuai dengan keberangkatan dan kedatangan mereka di dunia orang dewasa, baik secara fisiologi maupun intelektual. Pada saat perhatian mereka mulai bangkit terhadap situasi sosial politik, mereka tidak berkesempatan berpartisipasi. Kekesalan mereka bertambah apabila melihat orang-orang dewasa berstandar ganda, lain kata lain perbuatan.

Jiwa orang muda yang relatif murni mulai memberontak dan mereka mendemonstrasikannya. Kelompok penentang kemapanan/kekuasaan ada di mana-mana, tidak mengenal batas waktu, ideologi, ataupun negara. Tidak ada yang bisa mengira-ngira sampai berapa jauh dampak sikap penentangan yang mereka demonstrasikan. Perjalanan sejarah Indonesia menyaksikan sejumlah angkatan anti kekuasaan yang berperan penting, masing-masing dengan ciri sendiri sesuai rangsangan situasi yang ada. Ini berlangsung sejak masa prarevolusi sampai masa perjuangan kemerdekaan dan proses-proses selanjutnya; dari angkatan yang mengucapkan Sumpah Pemuda, angkatan 45 yang memperjuangkan kemerdekaan, sampai angkatan66 dan angkatan-angkatan berikutnya yang menghendaki penyempurnaan sistem. Seluruh ekspresi penentangan dilakukan demi perubahan.

Mencari Mahasiswa Yang Gelisah


Harus ada kegelisahan pada diri mahasiswa. Jika tidak ada kegelisahan maka ada yang salah pada diri mahasiswa Indonesia. Kegelisahan seperti apa? Kegelisahan terhadap situasi yang sedang berlangsung sekarang ini. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Surya Paloh saat memberikan pandangannya pada acara Ramah Tamah Liga Mahasiswa NasiDem di Kantor Pusat Nasional Demokrat, Senin (24/10) siang.

Di hadapan tidak kurang dari seratus mahasiswa yang hadir dari berbagai kampus di Jabotabek ini Surya menandaskan, “Kita harus jujur mengatakan bahwa hari ini bangsa kita jauh tertinggal dibanding bangsa-bangsa yang lain. Tertinggal di berbagai bidang, tidak hanya hanya ekonomi, sains, teknologi, dan tingkat kesejahteraan, tetapi juga tertinggal di bidang pemahaman akan cita-cita kemerdekaan,” kata Surya.

Liga Mahasiswa NasDem Riau Copyright © 2011 -- Jalan Diponegoro No. 49 Pekanbaru -- Powered by Nusantara Web