Jumat, 06 April 2012

Liga Mahasiswa Nasdem akan Cegah Politisi Busuk Masuk


SOLO--MICOM: Liga Mahasiswa Nasdem (LMN) akan mencegah orang yang memiliki rekam jejak politik busuk dan apalagi korup masuk menjadi calon politisi dari Partai Nasdem.

"Ini sebuah keniscayaan, bahwa melalui semangat restorasi, Partai Nasdem harus mampu menghadirkan calon politisi yang bersih, sehingga mereka yang memiliki rekam jejak hitam harus ditolak masuk," ungkap Sekjen LMN, Arif Rahman Hakim saat rapat konsolidasi dengan sejumlah aktivis mahasiswa dari sejumlah kampus perguruan tinggi Jawa Tengah yang tertarik untuk masuk dalam Liga Mahasiswa Nasdem.

Rapat konsolidasi di Hotel Lorin Solo pada Sabtu malam (24/3) ini dalam rangka pembentukan Liga Mahasiswa Nasdem di Jawa Tengah. Arif Rahman Hakim hadir didampingi Ketua Bidang Agro, Forestri dan Maritim LMN, Citra Ali Fikri dan pengurus Partai Nasdem Jateng, Danan Sumardi.

Ia paparkan, Liga Mahasiswa Nasdem sebagai tulang punggung Partai Nasdem, mengajak para mahasiswa untuk bersedia menjadi pendobrak bagi kegamangan gerakan mahasiswa dalam berpolitik.

Menurut Arif Hakim, sudah saatnya mahasiswa terjun ke dunia politik. Dengan modal intelektual diusia muda, mahasiwa yang merupakan asset bangsa akan menjadi penentu arah bangsa kedepan.

"LMN sebagai tulang punggung (backbone) Partai NasDem, memberikan ruang penempaan dan pendidikan bagi calon-calon kadernya. Dan sesuai motonya, yakni Belajar, Berpartai, Berbakti, seluruh mahasiswa Indonesia, dari Papua hingga Aceh,harus berani menggali potensi diri dan melakukan aksi-aksi nyata dalam seluruh aspek sosial, politik, ekonomi, seni dan budaya. Semua aktivitas itu beraras pada visi Restorasi Indonesia," tandas A.R Hakim.

Penjelasan panjang lebar Arif Hakim, disambut antusias puluhan aktivis mahasiswa yang berkeinginan bergabung, dengan akan memulai membentuk komisariat LMN, hingga sampai terbentuk koordinator komisariat LMN, yang berlanjut pada terbentuknya Komite Wilayah LMN di Jawa Tengah. (WJ/X-12)

Selasa, 27 Maret 2012

DEMO KENAIKAN BBM, JALAN KOTA PEKANBARU LUMPUH

Pekanbaru, Selasa 27 Maret 2012.

Aksi demonstrasi penolakan atas rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah terus menuai kecaman dan penolakan oleh kelompok masyarakat dan mahasiswa secara masif diseluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali kota Pekanbaru.

Aksi penolakan yang diikuti sekitar lima ratus massa tersebut, menjadikan kantor DPRD Provinsi Riau sebagai sasaran aksi untuk menyampaikan aspirasi mereka. Diawali dengan kedatangan kelompok massa Liga Mahasiswa Nasdem dan GMNI dari arah kantor gubernur Riau dan pada saat bersamaan kelompok massa dari PRD, Geser, SRMI, dan FNPBI datang dari arah yang berlawanan dan kedua kelompok massa aksi bertemu tepat di gerbang utama kantor DPRD.

Aksi massa tersebut diawali dengan teatrikal yang melambangkan kesengsaraan rakyat atas kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM, selang beberapa menit setelah teatrikal, datang kelompok massa dari KAMMI, HMI, BEM se-Pekanbaru (UR, UIN, UIR, AMIK Mahaputra) dan kelompok massa aksi lainnya, yang berakibat lumpuhnya jalan protokol dan akses utama menuju bandara.

Menurut Dian Triska, Wakil Sekretaris Liga Mahasiswa Nasdem Riau bidang Informasi, pemerintah dalam mengambil kebijakan haruslah berpihak kepada kepentingan rakyat banyak bukan kepentingan asing, pemerintah juga harus melaksanakan Undang-undang Dasar 1945, sehingga cita-cita kemerdekaan sebagai mana termaktub dalam pembukaan UUD 1945 dapat terwujud.

“Menaikan harga BBM untuk rakyat adalah bukti negara salah urus oleh rezim berkuasa saat ini, rezim SBY-Budiono tidak visioner, seharusnya SBY sudah bisa memprediksi akan terjadinya kenaikan harga minyak dunia dan sudah mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, tapi yang terjadi mereka tidak melakukan apa-apa selain hanya mengambil jalan pintas menaikkan harga BBM, dapat diartikan bahwa mereka tidak mampu memimpin bangsa ini” ungkapnya.

Aksi tersebut mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian, tidak tangung-tanggung Polda Riau menurunkan Pasukan Khusus Gegana Brimob, sempat terjadi dorong-dorongan dengan pihak kepolisian yang berakhir dengan robohnya pagar masuk DPRD, massa aksi berlarian kedalam untuk melakukan sweeping terhadap anggota DPRD, namun dapat dicegah oleh pihak kepolisian.

Massa aksi meminta kepada anggota DPRD Provinsi Riau untuk hadir bersama-sama dan meminta membubuhi tanda-tangan pernyataan menolak kenaikan BBM.

Setelah menunggu beberapa lama akhirnya anggota DPRD dari fraksi PDI Perjuangan dan fraksi Golkar bersedia menemui massa aksi, kemudian Korlap membacakan tuntutan antara lain “Menolak Kenaikan BBM, Revisi UU Migas yang pro Liberalisme, laksanakan pasal 33 UUD 1945” dan meminta kepada anggota DPRD tersebut agar menyampaikan aspirasi mereka ke DPR-RI.

Usai membacakan tuntutan, sebelum bubar, salah satu peserta aksi mengingatkan bahwa seluruh massa aksi akan turun aksi kembali tanggal 29 Maret 2012.

“ini baru aksi pemanasan, kamis nanti (29/03) kami akan aksi besar-besaran, agar pemerintah tahu bahwa kenaikan BBM ini adalah permasalahan yang sangat serius” ungkapnya.

Andukot Ismael

Minggu, 25 Maret 2012

MAHASISWA NASDEM RIAU "CINTA RUMAH IBADAH"


Mahasiswa yang tergabung dalam Komite Wilayah Liga Mahasiswa Nasdem Riau di Pekanbaru, menggelar aksi bakti sosial yakni menyelenggarakan pengecatan rumah ibadah dan pengecatan ini untuk yang pertama kalinya dilaksanakan di Mushalla Darul Amal Kelurahan Limbungan kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru. 

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Mahasiswa Nasdem terhadap fasilitas Ibadah yang sehari-hari menjadi tempat kegiatan umat” ungkap Ketua Liga Mahasiswa Nasdem Riau, Dedi Harianto Lubis, Minggu (25/3/12). 

Ia menyebutkan, pengecatan rumah ibadah ini menjadi program mingguan yang akan dilaksanakan secara berkesinambungan. 

Pelaksanaan pengecatan Mushalla ini mendapat sambutan antuasias dari warga setempat, Liga Mahasiswa Nasdem menyediakan seluruh kebutuhan pengecatan mulai dari bahan cat, kuas dan perlengkapan lainnya, namun pelaksanaan pengecatan dilakukan mahasiswa bersama dengan warga. 


”Program ini sangat tepat sasaran, dan dimanfaatkan oleh orang banyak” ujar Ketua RW 02 Kelurahan Limbungan Baru, Rahmad Supriadi, dengan penuh semangat. 

Pada kegiatan ini turut hadir Wakil Ketua LMN Dodi Sugiarto, Sekretaris LMN Andukot Ismael,  Ketua Korkom Unilak Syahidila Yuri, Ketua Komsat FH UIR Singgih Apriman, Ketua Komsat FIA Unilak Firdaus, dan kader LMN lainnya.


Kegiatan bakti sosial pengecatan rumah ibadah ini akan terfokus dulu untuk kota pekanbaru dan nantinya akan ditingkatkan untuk seluruh wilayah Riau.

Mardiansyah Chaniago
“Tidak hanya rumah ibadah umat muslim yang akan kita cat, tapi juga rumah ibadah umat lainnya seperti gereja dan vihara” jelas Ketua Bidang Kuliah Kerja Lapangan sekaligus koordinator program “CINTA RUMAH IBADAH”, Mardiansyah Chaniago. 

Pelaksanaan Bakti sosial ini, kata Mardiansyah, bekerjasama dengan DPW Partai Nasdem Provinsi Riau sebagai bentuk kepedulian para penggerak restorasi dan implementasi motto Liga Mahasiswa Nasdem yaitu “Belajar, Berpartai, Berbakti”

Jika melihat tugas dan cita-cita restorasi, kegiatan ini hanyalah bahagian kecil dari visi restorasi itu sendiri. Kami berharap bentuk kegiatan sosial lainnya yang menyentuh kebutuhan masyarakat banyak bisa secara rutin dilaksanakan” katanya.
(Andukot Ismael)

Jumat, 23 Maret 2012

Mahasiswa Nasdem Riau Tolak Kenaikan BBM

foto : riauterkini.com
Pekanbaru Kamis 22 Maret 2012.
Liga Mahasiswa Nasdem Provinsi Riau turut menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada April 2012.


"BBM merupakan kebutuhan hampir seluruh rakyat Indonesia, mulai dari kebutuhan rumah tangga, transportasi, hingga industri. Dengan demikian, BBM merupakan hajat hidup orang banyak," ujar Dian Triska wakil sekretaris bidang Informasi Komite Wilayah Liga Mahasiswa Nasdem Provinsi Riau di sela aksi demonstrasi bersama Sentral Gerakan Rakyat Riau (SEGERA) di depan kantor Gubernur Riau.


Menurut Dian, seharusnya masalah BBM menjadi perhatian serius pemerintah sebagaimana amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 Ayat (2), yakni cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.
Dalam penyelenggaraan negara untuk kesejahteraan rakyat, pemerintah yang telah menerapkan kebijakan subsidi untuk konsumsi BBM dengan tujuan untuk dapat meringankan beban rakyat.


"Jangan justru menaikkan harga BBM yang tentunya akan lebih menyengsarakan rakyat," katanya menegaskan.


Menurut Dian, subsidi BBM untuk rakyat saat ini mencapai lebih dari Rp130 triliun. Namun, dengan kenaikan harga minyak dunia, memang membuat pemerintah harus menambah subsidi, tetapi tidak harus menaikkan harga jual untuk rakyat.


"Dan, penambahan subsidi mencapai lebih dari Rp50 triliun juga sebaiknya pemerintah jangan menganggapnya sebagai ancaman bagi keseimbangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), lalu dengan cara instan pemerintah menaikkan harga BBM sebagai solusinya, ini keliru" ujarnya dengan nada tinggi.


Jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM bersubsidi, kata Dian, dapat dipastikan akan mendongkrak kenaikan harga sejumlah barang atau kebutuhan pokok rakyat. "Kondisi ini tentunya akan lebih menghancurkan perekonomian rakyat, dan wajar jika terjadi penolakan rencana ini secara besar-besaran seperti yang kami lakukan," katanya.


Usai berorasi di depan kantor gubernur Riau, massa aksi bergerak menuju RRI dan masing-masing perwakilan menyampaikan pernyataan sikap yang disiarkan langsung oleh RRI, antara lain : 


Pertama, Menolak dengan tegas rencana kenaikan harga BBM oleh pemerintah.

Kedua, Memerintahkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai wakil kami untuk menolak usulan kenaikan harga BBM oleh pemerintah.

Ketiga, Meminta DPR dan Pemerintah melakukan nasionalisasi atas aset-aset pertambangan yang kini dibawah penguasaan asing.

Keempat, Revisi terhadap Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi agar pemerintah menguasai secara penuh dari hulu hingga hilir terhadap komoditi yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Usai menyampaikan pernyataan sikap kelompok aksi membubarkan diri dengan tertib.

(Andukot Ismael)

BBM NAIK, PEMERINTAH GAGAL KELOLA NEGARA

PERNYATAAN SIKAP LMN RIAU ATAS KENAIKAN BBM

Bahan bakar minyak atau disingkat BBM adalah bahan bakar yang dihasilkan dari pengilangan minyak mentah yang berasal dari fosil yang tertimbun jutaan tahun lalu dalam perut bumi dan diolah dalam pengilangan untuk menghasilkan produk-produk BBM.

BBM merupakan kebutuhan hampir seluruh rakyat Indonesia, mulai dari kebutuhan rumah tangga, transportasi hingga industri, sehingga BBM merupakan hajat hidup orang banyak yang harus menjadi perhatian serius pemerintah, sebagaimana amanat Pasal 33 ayat (2) UUD Negara Republik Indonesia 1945 “Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara”.

Dalam penyelenggaraan negara untuk mensejahterakan rakyatnya, Pemerintah Republik Indonesia menerapkan kebijakan subsidi untuk konsumsi BBM, subsidi BBM dimaksudkan untuk dapat memberikan keringanan beban hidup kepada rakyat sekaligus untuk dapat mengerakkan ekonomi baik mikro maupun makro, adapun subsidi yang dianggarkan pemerintah adalah sebesar Rp.130 Triliun, namun dengan kenaikan harga minyak dunia membuat pemerintah harus menambah subsidi.

Penambahan subsidi yang diperkirakan mencapai hingga Rp. 50 triliun dianggap menjadi ancaman bagi keseimbangan APBN oleh pemerintah, sehinga pemerintah mengambil jalan pintas yakni “MENAIKKAN HARGA BBM”, ini membuktikan bahwa pemerintah malas berfikir dan bekerja, tidak memikirkan dampak besar bagi masyarakat, bahwa kenaikan harga BBM membuat harga kebutuhan pokok meningkat tajam, banyak kegiatan ekonomi kerakyatan yang akan gulung tikar, orang-orang kecil akan kehilangan mata pencaharian, tapi pemerintah tidak peduli, mereka mencari seribu alasan yang seolah menaikkan harga BBM adalah tindakan rasional dan dapat mensejahterakan rakyat.

Jika pemerintah mau sedikit saja berfikir, banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari pencabutan subsidi yang mengakibatkan kenaikan harga BBM, dimulai dari peningkatan pendapatan negara dari sektor pajak, meningkatkan kegiatan ekplorasi dengan menemukan sumur-sumur baru, kuasai sektor pertambangan minyak bumi dari hulu hingga hilir, lakukan penghematan penggunaan BBM, mengembangkan energi alternatif yang banyak tersedia di Indonesia, membenahi sektor transportasi massal dalam rangka penghematan, lakukan pengawasan pendapatan negara dari sektor pajak dan sektor pertambangan, cabut peraturan yang melegalkan liberalisasi pertambangan Minyak dan Gas agar pemerintah dapat menguasai secara penuh atas cabang produksi yang menyangkut hajat hidup orang banyak sebagaimana amanat pasal 33 ayat (2) UUD 1945 dan banyak hal lain yang dapat dilakukan pemerintah dari pada sekedar cara instan mengorbankan jutaan rakyat kecil, ini adalah bukti kegagalan pemerintah dalam mengelola negara dan tidak berjalannya fungsi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai representatif rakyat.

Pencabutan subsidi bukanlah cara yang tepat yang dapat ditempuh oleh pemerintah, karena subsidi dibutuhkan untuk menjaga kestabilan sosial politik dan ekonomi serta membantu rakyat kecil, masih banyak jalan agar pemerintah tidak menaikkan harga BBM, diantaranya revisi Undang-Undang APBN, alihkan anggaran yang tidak tepat guna, genjot pendapatan dari sektor pajak, optimalkan pengawasan pendapatan non pajak, gunakan asumsi mata uang rupiah untuk harga BBM, dan kebijakan lainnya, sehingga keputusan yang akan diambil pemerintah untuk mencabut subsidi BBM adalah keputusan keliru dan dengan tegas kami menyatakan :


1. Menolak Kenaikan Harga BBM
2. Memerintahkan DPR sebagai wakil rakyat untuk menolak kenaikan BBM yang diajukan pemerintah. 
3. Nasionalisasi atas aset-aset pertambangan yang dikuasai asing
4. Revisi UU No.22 Tahun 2001 tentang minyak dan Gas Bumi

Demikianlah pernyataan sikap ini kami sampaikan kepada pemerintah, agar pemerintah dapat membatalkan rencana menaikan harga BBM pada tanggal 1 April 2012 mendatang.


Hidup Mahasiswa..!
Hidup Rakyat..!
Tunaikan tugas suci, Tuntaskan Restorasi..!

Pekanbaru, 22 Maret 2012

KOMITE WILAYAH
LIGA MAHASISWA NASDEM PROVINSI RIAU

Oleh : Andukot Ismael

Liga Mahasiswa NasDem Riau Copyright © 2011 -- Jalan Diponegoro No. 49 Pekanbaru -- Powered by Nusantara Web